Langsung ke konten utama

Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Distruptif Inovasi pada Pembelajaran Kimia

 Heutagogi

Heutagogi merupakan model yang dihasilkan oleh asumsi dua filosofi pendekatan dalam pengajaran yaitu humanisme dan konstruktivisme (Kenyon & Hase, 2013) dimana keduanya menekankan bentuk pengajaran yang berfokus pada peserta didik, tetapi terdapat perbedaan yaitu humanisme melihat pentingnya hubungan sebuah interaksi rutin, intensif, dan timbal balik (Gage, dkk, 1992), sedangkan konstruktivisme menggunakan kemampuan diri peserta didik yang diberikan otonom untuk menghasilkan, menciptakan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya (Felix, 2005).

Peeragogy

Peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang kini digandrungi para peserta didik kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy.

Cybergogy

Cybergogy ini merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan Online, serba terkoneksi, kini telah menjadi keseharian dari kehidupan para siswa. Media komunikasi dan interaksi, suka tidak suka kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya.

https://youtu.be/RQe7szeK9YU



Rentang nilai =15-5/3=3,33

Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimum x 100

Nilai = 11/15 x 100 = 73

 Kategori Keterampilan Inovasi cybergogy Psikomotor  pada materi larutan penyangga :

Skala Nilai

Skor

% Nilai Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru

Kategori Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru

3

11,67 – 15

77,8 – 100

Baik

2

8,33 – 11,66

55,5 – 77,7

Cukup

1

5 – 8,32

33,3 – 55,4

Kurang

 Berdasarkan hasil ujicoba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut adalah  Cukup Baik.


Rentang nilai = 9-3/3=2

Nilai = Skor diperoleh/skor maksimum x 100

Nilai =7/9x100 = 77,8

 Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Afektif  pada materi larutan penyangga :

Skala Nilai

Skor

% Nilai Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru

Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru

3

7 – 9

77,8 – 100

Baik

2

4-6

44,4 – 66,67

Cukup

1

1-3

11,1-33,3

Kurang

 Berdasarkan hasil uji coba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut adalah Baik

Permasalahan :

Pada instrument pendekatan Cybergogy ranah psikomotor di dalamnya terdapat indikator Faktor sosial yakni mengenali potensi diri dan memfasilitasi siswa berdiskusi secara online mengenai materi larutan penyangga, menurut anda hal apa saja yang dapat dilakukan oleh guru untuk memenuhi indikator tersebut selain yang telah dibuat pada instrument di atas.

Komentar

  1. Saya ingin menanggapi, seperti kita ketahui bahwa faktor sosial merupakan faktor yang melibatkan interaksi diri sendiri dengan orang lain yang berpengaruh dalam pembelajaran online yang terlibat karena domain sosial ini sangat luas dan sangat memengaruhi siswa. Selain mengenali potensi diri dan memfasilitasi siswa berdiskusi secara online, kita ingat kembali bahwa setiap siswa memiliki latar belakang sosial dan budaya yang berbeda sehingga dapat tercipta sikap saling memberi dan menerima, toleransi, menghargai pendapat orang lain, dan sikap demokratis dalam belajar sehingga kecerdasan sosial siswa menjadi terasah dengan baik. Belajar merupakan proses penciptaan makna sebagai hasil dari pemikiran individu dan melalui interaksi dalam suatu konteks sosial budaya. Dalam interaksi sosial budaya terjadi proses pembimbingan dan negoisasi makna oleh siswa, guru, atau tokoh tertentu dalam suatu wilayah pengembangan pengetahuan siswa. Hasil interaksi sosial budaya tersebut adalah siswa menjadi lebih mandiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat rahmi, bahwa dalam faktor sosial selain mengenali potensi diri dan memfasilitasi siswa pada saat berdiskusi, guru juga perlu memperhatikan latar belakang sosial, salah satunya yaitu guru harus menanamkan sikap saling memberi dan menerima. Dalam pembelajaran agar berlangsung suatu pembelajaran yang aktif ssiswa harus mampu memberikan pendapat atau ide-ide yang dimiliki, dan memiliki sikap menerima ataupun menghargai pendapat orang lain. Sehingga terjadi nya interaksi antara guru dan siswa, siswa dan siswa lainnya

      Hapus
    2. saya setuju dengan pendapat rahmi dan nurul, bahwa faktor sosial merupakan faktor yang melibatkan interaksi diri sendiri dengan orang lain yang berpengaruh dalam pembelajaran online yang terlibat karena domain sosial ini sangat luas dan sangat memengaruhi siswa.

      Hapus
  2. hal yang dapat dilakukan guru adalah membuat sisa merasa terlibat dan turut bertanggung jawab saat proses pembelajaran

    BalasHapus
  3. Menurut saya hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk memenuhi indikator tersebut yaitu dengan interaksi sosial di masyarakat yang dimana guru dan siswa harus dapat memanfaatkan media digital dalam dunia pendidikan. Jadi selain berinteraksi sosial dimasyarakat juga diharuskan untuk dapat menggunakan budaya digital yang berkembang di masyarakat.

    BalasHapus
  4. Faktor sosial merupakan faktor yang melibatkan interaksi diri sendiri dengan orang lain yang berpengaruh dalam pembelajaran online yang terlibat karena domain sosial ini sangat luas dan sangat memengaruhi pelajar.
    Salah satu hal yang ada dalam faktor sosial adalah Personal Attributes.
    Personal attributes merupakan sesuatu yang melekat pada diri seseorang dan setiap individu memiliki personal attributes yang berbeda-beda seperti usia, jenis kelamin, bahasa, budaya, dan
    kemampuan literasi media. Semua aspek dalam personal attributes sangat berpengaruh terhadap pembelajaran cybergogy.

    BalasHapus
  5. dalam aspek faktor sosial dapat ditambahkan kegiatan pembelajaran yaitu "berdiskusi, menerima dan menanggapi pendapat dari teman sekelompok". yang mana kegiatan tersebut dapat mencerminkan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pembelajaran

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Evaluasi Uji Coba Instrument Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

  Pada percobaan dalam video paraktikum berikut telah dibuat beberapa indikator keterampilan kreatif yang mencakup sensitivity, fluency, fleksibelity, originality dan elaborasi. Pada pembuatan penilaian kreativitas pada praktikum kimia kami menggunakan link : https://youtu.be/rPlrJzJ91sk Rentang nilai =15-5/3=3,33 Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimum x 100 Nilai = 15/15 x 100 = 100  Kategori kreativitas dan Inovasi pada ranah afektif : Skala Nilai Skor % Nilai Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru Kategori Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru 3 11,67 – 15 77,8 – 100 Baik 2 8,33 – 11,66 55,5 – 77,7 Cukup 1 5 – 8,32 33,3 – 55,4 Kurang   Berdasarkan hasil ujicoba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut adalah Baik. Pertany...

Kisi-kisi Instrumen Penilaian Kreatifitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

  Praktikum adalah kegiatan yang bertujuan untuk membekali siswa agar lebih dapat memahami teori dan praktik. Menurut Zainuddin (1996) (dalam Susanti, 2013), melalui kegiatan praktikum, banyak hal yang dapat diperoleh oleh siswa diantaranya : 1.              Kegiatan praktikum dapat melatih keterampilan, 2.              Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara nyata dalam praktik. 3.              Membuktikan sesuatu secara ilmiah/melakukan scientific inquiry 4.              Menghargai ilmu dan keterampilan inkuiri. Praktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan mengguna...