Langsung ke konten utama

Postingan

Evaluasi Uji Coba Instrument Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

  Pada percobaan dalam video paraktikum berikut telah dibuat beberapa indikator keterampilan kreatif yang mencakup sensitivity, fluency, fleksibelity, originality dan elaborasi. Pada pembuatan penilaian kreativitas pada praktikum kimia kami menggunakan link : https://youtu.be/rPlrJzJ91sk Rentang nilai =15-5/3=3,33 Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimum x 100 Nilai = 15/15 x 100 = 100  Kategori kreativitas dan Inovasi pada ranah afektif : Skala Nilai Skor % Nilai Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru Kategori Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru 3 11,67 – 15 77,8 – 100 Baik 2 8,33 – 11,66 55,5 – 77,7 Cukup 1 5 – 8,32 33,3 – 55,4 Kurang   Berdasarkan hasil ujicoba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut adalah Baik. Pertany...
Postingan terbaru

Kisi-kisi Instrumen Penilaian Kreatifitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

  Praktikum adalah kegiatan yang bertujuan untuk membekali siswa agar lebih dapat memahami teori dan praktik. Menurut Zainuddin (1996) (dalam Susanti, 2013), melalui kegiatan praktikum, banyak hal yang dapat diperoleh oleh siswa diantaranya : 1.              Kegiatan praktikum dapat melatih keterampilan, 2.              Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara nyata dalam praktik. 3.              Membuktikan sesuatu secara ilmiah/melakukan scientific inquiry 4.              Menghargai ilmu dan keterampilan inkuiri. Praktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan mengguna...

Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Distruptif Inovasi pada Pembelajaran Kimia

  Heutagogi Heutagogi merupakan model yang dihasilkan oleh asumsi dua filosofi pendekatan dalam pengajaran yaitu humanisme dan konstruktivisme (Kenyon & Hase, 2013) dimana keduanya menekankan bentuk pengajaran yang berfokus pada peserta didik, tetapi terdapat perbedaan yaitu humanisme melihat pentingnya hubungan sebuah interaksi rutin, intensif, dan timbal balik (Gage, dkk, 1992), sedangkan konstruktivisme menggunakan kemampuan diri peserta didik yang diberikan otonom untuk menghasilkan, menciptakan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya (Felix, 2005). Peeragogy Peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang kini digandrungi para peserta didik kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolabo...

Penyusunan Kisi-kisi Instrumen Kegiatan Pembelajaran Kimia Berbasis Disruptive Innovations dalam Tiga Domain (Sikap, Keterampilan, Pengetahuan) melalui pendekatan Cybergogy Peeragogy dan Heutagogy

  Heutagogi Heutagogi merupakan model yang dihasilkan oleh asumsi dua filosofi pendekatan dalam pengajaran yaitu humanisme dan konstruktivisme (Kenyon & Hase, 2013) dimana keduanya menekankan bentuk pengajaran yang berfokus pada peserta didik, tetapi terdapat perbedaan yaitu humanisme melihat pentingnya hubungan sebuah interaksi rutin, intensif, dan timbal balik (Gage, dkk, 1992), sedangkan konstruktivisme menggunakan kemampuan diri peserta didik yang diberikan otonom untuk menghasilkan, menciptakan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya (Felix, 2005). Kenyon dan Hase (2013) memberikan 7 elemen yang dapat diambil dari pendekatan heutagogi yaitu (1) Approval, dimana perlu persetujuan sebelum diterapkan dalam kurikulum untuk penggunaan heutagogi sebagai pendekatan dalam pembelajaran, tetapi di luar pendidikan formal tidak memerlukan persetujuan, (2) Facilitators, dimana peran sebagai fasilitator adalah memastikan kesiapan peserta didik dengan panduan yang relevan dengan pembelajaran ...

Pengantar Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Kimia

   A.             Penilaian Autentik Penilaian sebagai upaya sistematik dan sistemik dilakukan melalui pengumpulan data atau informasi yang valid dan reliable untuk diolah sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan suatu program pendidikan (Sani, 2016). Pengambilan keputusan dalam hal ini salah satunya adalah penentuan hasil belajar mahasiswa dalam penguasaan kompetensi tertentu. Hasil penilaian dapat membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta membantu guru dalam menilai efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan. Penilaian merupakan serangkaian proses pengumpulan data yang menunjukkan perkembangan belajar peserta didik (Kumano, 2001). Informasi hasil belajar yang diperoleh dari penilaian dapat digunakan sebagai umpan balik terhadap kegiatan pembelajaran. Pada hakikatnya, kegiatan penilaian dilakukan tidak semata-mata untuk menilai hasil belajar siswa saja, melainkan juga b...